...

Gempa Kerinci Tahun 1909

20 09 2021 Lomba Kategori Umum Padhil Hudaya 0 Likes Bagikan :

Deskripsi

Gempa Kerinci Tahun 1909

 

Pendahuluan

Kerinci berada di Pulau Sumatera yang merupakan wilayah dengan zona tektonik aktif dan termasuk ke dalam bagian dari Sesar Sumatera dengan Segmen Siulak yang melintasi wilayahnya (Rangkuti, 2016: 28). Pada tanggal 3 Juni 1909, Segmen Siulak bereaksi sehingga menimbulkan gempa bumi yang sangat dahsyat di Kerinci.  Gempa ini mengakibatkan terjadinya banyak kerusakan secara fisik seperti kerusakan jalan, rumah, lumbung padi, dan sebagainya.(Bintang Soerabaia, 8 Juni 1909). Berita yang dimuat di dalam beberapa koran masa itu bahkan menyebut bahwa gempa tersebut terasa hingga ke Singapura (Algemeen Handelsblad, 8 Juli 1909). Oleh sebab itu, gempa ini menarik untuk dilihat, karena belum ada penelitian yang dilakukan secara mendalam terkait ini. Selama ini masyarakat Kerinci hanya tahu bahwa gempa dahsyat hanya pernah terjadi pada tahun 1995, padahal sebelum itu, gempa tahun 1909 memiliki dampak yang lebih besar daripada gempa tahun 1995. Secara ringkas, hal ini jelas terlihat pada korban yang jatuh ketika gempa tersebut terjadi.

 

Goncangan Gempa, Kerusakan dan Korban

            Pada dini hari tanggal 3 Juni 1909, masyarakat Kerinci tengah menikmati tidurnya untuk melepas penat setelah melakukan kegiatan seharian. Saat mereka menikmati tidurnya, tiba-tiba terjadi goncangan gempa dengan suara yang menggelegar dari arah utara ke selatan Kerinci. Goncangan pembuka terjadi sekitar pukul 1.14 WIB, lalu terjadi gempa susulan sekitar pukul 2.00 WIB, selanjutnya sekitar pukul 3.00 WIB dan getaran besar yang terjadi sekitar pukul 5.00 WIB (De Nieuwe Courant, 8 Juli 1909). Goncangan gempa tersebut menyebabkan banyak kerusakan. Rumah-rumah, jalan, lumbung padi, dan masjid menderita dampak yang cukup besar. Sebanyak 7.261 bangunan yang rusak parah, 4.384 bangunan yang hancur serta 195 orang korban meninggal dunia (Algemene Secretarie, 16 Juli 1909).

 

Gambar 1: Rumah roboh di Rawang

Comment (0)