...

Memori Kolektif tentang Bencana di Pantai Selatan Kab. Malang

06 03 2023 Sejarah Yayasan Skala Indonesia 0 Likes Bagikan :

Dua mobil putih bertulis Ekspedisi JawaDwipa di sisi kanan dan kiri memacu rodanya dengan cepat menuju pesisir pantai selatan Kabupaten Malang. Awalnya perjalanan begitu amat menyenangkan, melaju sambil berdendang di minggu cerah pada 20/10/2022. Tim Ekspedisi JawaDwipa yang bekerjasama dengan BNPB, Skala dengan dukungan Siapsiaga mengunjungi Desa Srigonco sebagai tempat eksplorasi penelusuran jejak sejarah dan memori kolektif mengenai bencana. Semua berjalan begitu lancar, sebelum salah satu ban pada mobil yang kami kendarai pecah dan terpaksa menghentikan perjalanan. Skenario pun seketika berubah, hanya satu tim yang bisa melanjutkan perjalanannya menuju Pantai Balekambang. Sementara sisanya harus mencari bengkel dan membeli ban baru untuk bisa kembali melakukan ekspedisi.

Pantai Balekambang begitu ramai dengan para pengunjung yang berenang, piknik atau sekedar bercengkrama sambil memakan cemilan di tepi pantai. Pura Kahyangan Jagad Amerta Jati atau Pura Amerta Jati, menjadi daya tarik yang unik dari tempat wisata ini. Tak jauh dari Pure, kami menemui Djuwarno, Pemangku Pura Amerta Jati di kediamannya. Genap sudah 21 tahun Djuwarno bermukim di Balekambang. Selama tinggal di pantai selatan Kab. Malang, ia tidak pernah merasakan tsunami namun beberapa kali gempa besar sudah pernah ia rasakan, salah satu gempa besar yang masih diingatnya adalah gempa pada 10 April 2021.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, gempa terjadi pada pukul 14.00 WIB pada Sabtu, 10 April 2021. lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 112,48° BT dan 8,95° LS (90 km baratdaya Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur), pada kedalaman 80 km, dengan magnitudo 6,1. Penyebab gempa disinyalir dikarenakan adanya proses penunjaman antara lempeng benua, yaitu lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia. Munculnya fenomena intraslab dikarenakan mekanisme sesar naik, mengakibatkan getaran gempa terasa pada daerah yang cukup luas.

Dampak dari gempa yang terjadi, terasa getaran pada beberapa kabupaten lain di Jawa Timur, seperti Lumajang, Malang, Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, hingga gresik. Menurut data yang dihimpun, setidaknya gempa yang terjadi juga mengakibatkan 121 orang luka di Kabupaten Malang dan Blitar, serta 9 orang meninggal dunia di Kabupaten Malang dan Lumajang. Meskipun gempa dirasakan cukup kuat, disertai dengan gerakan tanah dimensi kecil, gempa yang terjadi tidak menimbulkan tsunami.

Wisyono, mantan kepala desa sekaligus pedagang di Pantai Balekambang juga mengatakan bahwa gempa pada 2021 lalu termasuk gempa besar yang merusak beberapa rumah. Begitu pula dengan Lusi, masyarakat di Pantai Tambakrejo Desa, Srigonco, juga merasakan guncangan yang kuat sekali sehingga semua orang keluar rumah. banyak yang khawatir gempa itu dapat memicu tsunami, oleh karenanya semua lari mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian gempa ini, tetapi banyak kerugian materi yang muncul, seperti rumah retak, genteng rusak dan beberapa rumah yang roboh. 

Di Pantai Balekambang, umat Hindu biasanya mengadakan sebuah upacara memohon doa untuk dihindari dari bahaya. Pak Djuwarno menyatakan, terdapat pula tradisi yang dilakukan umat Hindu dengan para masyarakat Kejawen dengan melakukan Grebeg Satu Suro. Dalam pelaksanaan tradisi Grebeg Satu Suro ditujukan untuk mengucap rasa syukur serta berterima kasih kepada tuhan dan simbolis rasa terima kasih kepada alam. Sementara itu, di Desa Srigonco terdapat pula tradisi larun sejaji untuk mengucap syukur dan juga menghindari dari berbagai macam bala dalam kehidupan. 

Selain gempa pada 10 April 2021, wilayah Malang selatan juga merasakan gempa Lombok yang terjadi pada tahun 2018. Begitu banyaknya gempa yang terjadi menyebabkan ingatan warga mengenai gempa begitu samar. Bencana yang benar-benar terdampak saja yang begitu melekat pada masyarakat di wilayah Malang Selatan. (Tim Ekspedisi JawaDwipa)

Sumber: Disasterchannel.co

Comment (0)