Seri Buku BRR - Buku 7 - Perumahan Membentang Atap Berpilar Asa

ACEH, SUMATERA UTARA, ACEH, SUMATERA UTARA 1 Likes Bagikan :

Buku Kejadian Bencana

Ketika yang Tak Pernah Terbayangkan Datang

Tersentak. Terhenyak. Tercekat. Itulah yang dirasakan ratusan ribu orang ketika bagian barat daya Pulau Sumatera diguncang gempa dahsyat berkekuatan 9,1 Skala Richter disusul gelombang tsunami setinggi pohon kelapa. Bukan main‐main, gempa 26 Desember 2004 adalah gempa dunia terbesar selama 40 tahun terakhir. Di Indonesia sendiri, inilah peristiwa alam terburuk setelah Krakatau meletus pada 1883. Minggu pukul 8 pagi, yang tak pernah terbayangkan datang.
Dalam sekejap gelombang tsunami menyapu 800 kilometer wilayah pesisir Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)—kira‐kira setara jarak Jakarta‐Surabaya. Gempa disusul tsunami menelan begitu banyak korban. Di Aceh, 126.741 orang dipastikan tewas dan 93.285 orang dilaporkan hilang. Dalam sektor perumahan dan permukiman, dampak bencana sangat luar biasa—diperkirakan lebih dari setengah juta orang kehilangan tempat tinggal. Ibu kota provinsi, Banda Aceh, termasuk kota yang paling parah terkena dampak tsunami.
Pada 28 Maret 2005 pukul 23.09 WIB, gempa berkekuatan 9,1 Skala Richter selama sekitar lima menit mengguncang Pulau Sumatera. Gempa ini merupakan gempa bumi terbesar kedua di dunia sejak 1964. Getarannya terasa hingga radius 1.000 kilometer sampai Bangkok, Simeulue, Singkil, dan Nias pun terguncang kembali.

Dokumen

Detail

Comment (0)