Seri Buku BRR - Buku 0 - Tsunami

ACEH, SUMATERA UTARA, ACEH, SUMATERA UTARA 1 Likes Bagikan :

Buku Kejadian Bencana

Dari Tsunami ke Rehabilitasi dan Rekonstruksi

BENCANA tak bisa ditolak, anugerah tak bisa diharap, begitu kata pepatah. Suatu pagi di hari Ahad, 26 Desember 2004, bencana mahadahsyat, gempa yang disusul tsunami, meluluhlantakkan sebagian Aceh dan Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Wilayah itu seluas tiga kali DKI Jakarta, dan sudah barang tentu ini bukan wilayah tak bertuan. Di wilayah seluas itu, selain penduduk, juga banyak prasarana—dari jalan sampai pasar, dari jembatan sampai gedung sekolah. Angka–angka yang diperoleh kemudian membuktikan betapa dahsyat bencana itu. Sebelum tsunami, tercatat penduduk Aceh sekitar 4.297.485. Berdasarkan sensus 2005, warga Aceh adalah 4.031.589 orang, atau berkurang sekitar 265.896. Sedangkan jumlah korban total, termasuk yang bukan warga Aceh, mendekati 127.000 orang, ditambah 93.285 yang dinyatakan hilang. Adapun prasarana, seperempat jumlah jembatan di provinsi ini, atau total 150 kilometer (lebih panjang daripada jalan darat Jakarta–Bandung lewat jalan tol Cipularang), rusak berat tak bisa dilewati. Panjang jalan total yang mengalami kerusakan baik ringan hingga berat mencapai 2.618 km. Rumah yang rusak mendekati angka 140.000 rumah (di Aceh dan Nias). Sementara itu, 3.415 gedung sekolah serta lebih dari 200 puskesmas dan rumah sakit tak mungkin digunakan tanpa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dokumen

Detail

Comment (0)