Mengenang Gempa 6 Maret 2007 Padang Panjang - Singkarak - Solok

SUMATERA BARAT 0 Likes Bagikan :

Artikel
"Mengenang Gempa 6 Maret 2007 Padang Panjang - Singkarak - Solok." Asronizar LP-KPK Sumatera Barat menjadironiz@gmail.com Abstrak sebuah catatan sejarah mengenai kebencanaan Gempa 6 Maret 2007 tepat 14 tahun yang lalu telah tercatat oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam sebuah Katalog Gempa Bumi yang signifikan dan sangat merusak yang mana getaran pertama dirasakan pada pukul 10.49 WIB dari kedalaman 30 kilometer, Adalah segmen Sianok bergerak dengan magnitudo 6,4 SR mengguncang hingga VIII Modified Mercalli Intensity (MMI) daerah sekitaran Bukittinggi (Agam), Padang Panjang dan Solok. Lalu dua jam kemudian terjadi gempa susulan dirasakan dengan magnitudo 6,3 SR dari segmen Sumani. Laporan Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana mencatat 68 orang meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan akibat gempa. Getaran itu merambat dari kedalaman segmen Sianok dan Sumani. Menggetarkan tanah tumpuan rumah gadang hingga menyebabkan sebuah tsunami kecil disekitaran Danau Singkarak. Adapun BMKG mencatat gempa di tempat yang sama dengan gempa 6 Maret 2007 adalah gempa pada 28 Juni 1926 di zaman penjajahan Kolonial Belanda. Bencana yang terkenal dengan nama Gempa Padang Panjang tersebut menghancurkan banyak bangunan di Padang Panjang dan selingkar Danau Singkarak sampai ke Solok hingga menyebabkan terjadinya tsunami yang cukup besar di Danau Singkarak dengan kekuatan magnitudo gempa 7,6 SR. Sumber gempa pada 2007 dan 1926 adalah Segmen Sianok dan Sumani. Segmen Sianok mempunyai panjang patahan sekitar 90 Km berada di sekitar Ngarai Sianok kota Bukittinggi sampai Tenggara Danau Singkarak melewati sisi timur Danau. Sementara, Segmen Sumani memiliki panjang patahan sekitar 60 Km. Ujung Utara segmen ini berada di sisi utara Danau Singkarak, menyisir sisi Barat Daya danau tersebut melintasi daerah Paninggahan, Sumani, Kota Solok dan berakhir di Kecamatan Danau Kembar atau bagian Utara dari Danau Diatas, sebelah Tenggara Gunung Talang. Getaran yang terjadi pada tahun 2007 itu merambat dari kedalaman segmen Sianok dan Sumani. Menggetarkan tanah tumpuan rumah gadang nagari Minangkabau. Mengguncang ranah darek dan terus merambat pesisir Sumatra Barat, hingga provinsi tetangga dan menyeberang hingga ke Singapura dan Malaysia dengan daya guncang yang sangat dahsyat. Dengan kekuatan pada guncangan yang dirasakan di level VIII MMI, maka dalam standar BMKG hal ini termasuk gempa yang dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat, dengan dinding bangunan yang dapat terlepas dari rangka rumah, dan sumber mata air pun bisa menjadi keruh. Dalam ulasannya, BMKG sempat mengutip penelitian Pakar Gempa Kerry Sieh dari California Institte of Technology (Caltech) dan Danny Hilman Natawijaya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Karena gempa pada 6 Maret 2007 berasal dari Sumatra fault system atau Sesar Sumatra. Sesar ini terjadi akibat adanya lempeng India-Australia yang menabrak bagian barat pulau Sumatra secara miring, sehingga menghasilkan tekanan dari pergerakan ini. Karena adanya tekanan ini, maka terbentuklah sesar Sumatra atau disebut juga ”The Great Sumatera Fault”. Sesar inilah yang membelah pulau Sumatra mulai dari Lampung sampai Banda Aceh, dan terus sampai ke Laut Andaman hingga Burma. Jalur patahan itu, di Pulau Sumatra ditandai dengan jejeran memanjang Bukit Barisan serta banyak gunung dan danau. Karena itu, sejak dahulu kala, di sepanjang jalur tersebut sering terjadi gempa. Kata kunci : Gempa Sumani Abstrack a historical record of the March 6 2007 earthquake disaster exactly 14 years ago has been recorded by the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency in a catalog of significant and very destructive earthquakes where the first tremor was felt at 10.49 WIB from a depth of 30 kilometers, the Sianok segment was moving. with a magnitude of 6.4 on the Richter Scale, it shook up to VIII Modified Mercalli Intensity (MMI) around Bukittinggi (Agam), Padang Panjang and Solok. Then two hours later an aftershock was felt with a magnitude of 6.3 on the Richter Scale from the Sumani segment. The report from the National Coordinating Agency for Disaster Management (Bakornas) noted that 68 people died because they were crushed by rubble caused by the earthquake. The vibrations propagate from the depths of the Sianok and Sumani segments. Vibrating the pedestal of the gadang house to cause a small tsunami around Lake Singkarak. The BMKG noted that the earthquake in the same place as the March 6 2007 earthquake was an earthquake on June 28, 1926 during the Dutch colonial era. The disaster, known as the Padang Panjang Earthquake, destroyed many buildings in Padang Panjang and around Lake Singkarak to Solok, causing a large tsunami in Lake Singkarak with an earthquake magnitude of 7.6 on the Richter scale. The sources of the earthquakes in 2007 and 1926 were the Sianok and Sumani segments. The Sianok segment has a fault length of about 90 km located around the Sianok canyon, Bukittinggi city to the southeast of Lake Singkarak through the east side of the lake. Meanwhile, the Sumani segment has a fault length of about 60 km. The north end of this segment is on the north side of Lake Singkarak, combing the southwest side of the lake across the Paninggahan, Sumani, Solok City areas and ending in Danau Kembar District or the northern part of Lake Diatas, southeast of Mount Talang. The vibrations that occurred in 2007 propagated from the depths of the Sianok and Sumani segments. Vibrating the pedestal of the Minangkabau nagari gadang house. Shaking the realm of darek and continuing to spread along the coast of West Sumatra, to neighboring provinces and across to Singapore and Malaysia with a very powerful shaking. With the strength of the shock being felt at level VIII MMI, according to the BMKG standard this includes earthquakes that can cause damage to buildings with strong construction, with building walls that can be detached from the frame of the house, and springs can become cloudy. Key Word : Sumani Earthquake

Dokumen

Detail

Comment (0)