Seri Buku BRR - Buku 2 - Keuangan Tujuh Kunci Pengelolaan Dana Bantuan yang Efektif
ACEH, SUMATERA UTARA, ACEH, SUMATERA UTARA 1 Likes Bagikan :
Buku Kejadian Bencana
Mengubah Janji Menjadi Komitmen
Dahsyatnya kerusakan yang disebabkan tsunami pada Desember 2004 menimbulkan reaksi luar biasa, baik dari Indonesia maupun dari komunitas internasional. Sebelum Januari 2005, beberapa minggu setelah berlangsungnya pertemuan Consultative Group for Indonesia (CGI), terkumpul dana sebesar US$ 7,2 miliar guna mendukung upaya pemulihan.
Dana bantuan sebesar itu diperoleh hampir merata dari pemerintah Indonesia, donor bilateral dan multilateral, serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM). Berbagai komunitas di dalam dan di luar Indonesia juga menyumbangkan tambahan dana. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya: yang lazim berlangsung adalah pemberi dana multilateral memberikan sumbangan terbesar, melampaui jumlah yang bisa diberikan oleh pemerintah dan LSM. Dalam kasus Aceh dan Nias, “pemberi bantuan yang baik” tidak terbatas pada para donor multilateral. Reaksi ini bukan yang terbesar yang pernah terjadi, kalau dilihat dari segi jumlah dana yang terkumpul; namun terbesar dalam jumlah negara yang memberikan sumbangan dan tercepat dari segi diwujudkannya janji yang diajukan menjadi dana cair. Sebanyak 133 negara memberikan bantuan bagi misi kemanusiaan (Masyrafah and McKeon 2008), sebagian besar negara-negara tersebut belum pernah memberikan bantuan bagi para korban bencana alam sebelumnya. Patut dicatat, porsi dana bantuan dalam jumlah besar diperoleh dari tingkatan masyarakat umum. Harian New York Times melaporkan pada 27 November 2008, dana bantuan dari kalangan awam untuk membantu korban tsunami memecahkan rekor pengumpulan dana bagi krisis kemanusiaan internasional. Pemberian dana dari kalangan masyarakat umum (pribadi/privat) melalui LSM-LSM dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melampaui janji kerja sama dari organisasi Komite Pendukung Pembangunan pada Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD DAC), yang biasanya menjadi pemberi dana terbesar di dunia. Arus dana bantuan itu
begitu kuat, sampai-sampai rekor penggalangan dana yang terkumpul saat terjadi gempa di Pakistan—sebesar US$ 73,4 juta, menurut data yang dikumpulkan Center on Philanthropy di Universitas Indiana—praktis terkesan tak berarti. Sejumlah kelompok internasional menghentikan penggalangan dana untuk hal lain dalam upaya memenuhi target bagi pemulihan akibat tsunami.
Dokumen
Detail
Koleksi Teratas
Kejadian Bencana Terkait
Kejadian Index Bencana
-
Tidak ada integrasi dengan data DIBI