Seri Buku BRR - Buku 8 - Infrastruktur

ACEH, SUMATERA UTARA, ACEH, SUMATERA UTARA 1 Likes Bagikan :

Buku Kejadian Bencana

Membangun Pilar Kehidupan

Siang begitu terik. Peluh bercucuran di sekujur tubuhnya tapi rona gembira tak menghilang dari wajah Sahrul, seorang penarik becak motor. Energi Sahrul kembali menyala saat teringat rombongan penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue. Seketika juga, dia bergegas menghampiri becak motornya. Mesin kendaraan itu meraung‐raung. Asap knalpot kemudian menutupi pandangan mata. Sahrul pun lenyap.

Seperti angin, becak motornya berlari melintasi Ulee Lheue Boulevard, menyeberangi jembatan laguna terus melaju hingga akhirnya sampai di pelabuhan feri. Jarak sepanjang lima kilometer itu dilahapnya dalam 10 menit. Perhitungannya sungguh tepat, sesampainya di sana, puluhan penumpang yang baru turun dari Feri Sabang sudah menunggu untuk diantar Sahrul ke Banda Aceh. Mereka adalah rezeki milik Sahrul. Dari mengantar penumpang dari Pelabuhan Ulee Lheue‐Banda Aceh dia bisa mengantongi Rp50 ribu sehari. Cukup untuk menghidupi istri dan satu orang anaknya. “Sangat
bersyukur, jalan dan jembatan sudah dibangun dengan baik sehingga bisa lancar mencari nafkah,“ ujar lelaki 34 tahun asal Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, ini. Kawasan Ulee Lheue kini telah berubah. Sisa‐sisa puing tsunami yang porak‐poranda menumpuk di sepanjang jalan tinggal cerita. Semua berganti menjadi pokok‐pokok tanaman bakau yang menyembul di perairan tambak sepanjang Ulee Lheue Boulevard.

Dokumen

Detail

Comment (0)