Studi Awal Sejarah Gunung Berapi Dan Terpendamnya Peradaban Kuno Di Jawa Timur

Indonesia memiliki sejarah vulkanik yang panjang, dengan lebih dari 20 gunung berapi aktif di Jawa. Sebuah teori historis menyebutkan bahwa aktivitas vulkanik menjadi pemicu migrasi Kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada abad ke-10. Penelitian yang menggabungkan eksplorasi geofisika, analisis data geologi, dan literatur telah menyelidiki situs purbakala Mataram Kuno yang terpendam. Hasilnya menunjukkan bahwa letusan besar dari Gunung Kelud, Anjasmoro, dan Arjuno-Welirang menghasilkan sedimen lahar dalam jumlah besar yang menghancurkan dan menimbun wilayah kerajaan. Penelitian selanjutnya akan berfokus pada proses sedimentasi dan penanggalan rinci material di sekitar situs arkeologi tersebut.

Abstrak

Indonesia memiliki banyak gunung berapi dan telah aktif selama jutaan tahun hingga saat ini. Hingga tahun 2021, terdapat lebih dari 20 gunung berapi aktif yang tersebar di seluruh Pulau Jawa. Dalam kacamata sejarah, sebagian ilmuwan dan sejarawan berteori bahwa salah satu kerajaan termahsyur bernama Mataram Kuno melakukan transmigrasi dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada abad ke-10 karena aktivitas vulkanik yang terjadi di daerah tersebut. Mpu Sindok yang merupakan penerus kerajaan kemudian membangun kerajaan baru di sekitar Bengawan Brantas dan gunung berapi yang dikenal sebagai Kerajaan Medang. Penelitian ini menerapkan metode eksplorasi geofisika sebagai pendukung dari metode analisis data geologi dan literatur untuk menyelidiki situs purbakala Mataram Kuno yang terpendam. Hasil penelitian ini memberikan analisis Gunung Kelud, Gunung Anjasmoro, dan Gunung Arjuno-Welirang, yang menunjukkan terjadinya beberapa letusan yang menghasilkan sedimen lahar dalam jumlah besar yang menghancurkan wilayah kerajaan dan menumpuk di wilayah tersebut. Penelitian lebih lanjut akan fokus pada proses sedimentasi dan penanggalan rinci bahan di sekitar situs arkeologi kerajaan.