SIMULASI NUMERIK ALIRAN PIROKLASTIK GUNUNGAPI KARANGETANG BERDASARKAN AKTIVITAS ERUPSI 2015

Erupsi Gunungapi Karangetang pada 7 Mei 2015 mengeluarkan aliran piroklastik sejauh 3,6 km yang melanda Dusun Kora-kora, berasal dari guguran lava efusif. Penelitian ini menggunakan simulasi numerik untuk menganalisis hubungan antara total volume dan area yang terdampak, dengan estimasi volume aliran piroklastik 2015 dari data citra satelit MODIS. Mengingat aktivitas gunungapi yang kontinu, simulasi lebih lanjut dilakukan untuk memprediksi potensi area terdampak di masa depan. Hasilnya menunjukkan bahwa topografi puncak kawah dan lereng sangat memengaruhi arah utama aliran piroklastik, sementara volume aliran dan koefisien friksi internal berpengaruh pada jarak jangkauan dan luasan daerah yang terdampak.

Abstrak

Pada 7 Mei 2015 aktivitas erupsi Gunungapi Karangetang mengeluarkan aliran piroklastik (awan panas) ke arah Kali Batu Awang sejauh 3,6 km dan melanda dusun Kora-kora yang berada diselatan dari puncak Kawah Utama. Aliran Piroklastik ini berasal dari guguran lava selama periode erupsi efusive. Dengan menggunakan simulasi numerik kami melakukan percobaan untuk dapat mengetahui hubungan antara total volume dan area yang terdampak. Sebagai input data volume aliran piroklastik 2015 kami menggunakan estimasi volume dari data titik panas (hotspot) dari data citra satelit MODIS. Dengan pertimbangan aktivitas Gunungapi Karangetang yang secara kontinu mengeluarkan aliran lava dan kemungkinan terjadinya guguran lava pada ujung lidah lavanya, kami melakukan percobaan dengan menggunakan simulasi numerik untuk dapat memperkirakan area yang berpotensi terlanda aliran piroklastik lebih lanjut. Hasil percobaan kami menunjukan bahwa topografi puncak kawah dan lereng berpengaruh dalam menentukan arah utama aliran piroklastik, volume aliran dan koefisien internal friksi berpengaruh dalam jarak jangkauan dan luasan daerah yang terdampak.