MITIGASI BENCANA DALAM SUARA NYARING PRASASTI SADAPAINGAN
Ringkasan
Kajian prasasti seringkali hanya berfokus pada teksnya, padahal dimensi kebendaan prasasti, seperti bentuk dan wujud, krusial untuk memahami kebudayaan masa lalu. Meskipun jumlah prasasti di Tatar Sunda lebih sedikit dan sederhana dibandingkan Jawa Tengah/Timur, penelitian ini secara khusus mengkaji Prasasti Sadapaingan untuk mengungkap hubungan bentuk dan isinya. Menggunakan metode kualitatif dengan hermeneutika arkeologi interpretatif, studi ini menemukan bahwa masyarakat Sunda Kuno abad ke-13 M telah memiliki teknologi mitigasi bencana. Temuan ini menekankan pentingnya melihat teks dan bentuk wujud prasasti sebagai kesatuan yang saling melengkapi untuk menyampaikan pesan secara utuh, membuka perspektif baru dalam studi prasasti.
Abstrak
Sampai dengan saat ini, kajian tentang prasasti cenderung melihatnya sebagai teks. Padahal prasasti memiliki dimensi kebendaan dimana bentuk dan wujud prasasti dapat memberi petunjuk dan pemahaman mengenai kebudayaan di masa lampau. Jika dibandingkan dengan Jawa bagian tengah dan juga Jawa bagian Timur, jumlah prasasti yang ada di Tatar Sunda terbilang sangat sedikit dan bentuk wujudnya pun lebih sederhana. Kajian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara bentuk dengan isi yang tertulis pada Prasasti Sadapaingan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan hermeneutika dalam paradigma arkeologi interpretatif. Berdasarkan kajian ini, diketahui bahwa masyarakat Sunda Kuno pada abad ke- 13 M telah memiliki teknologi mitigasi yang dapat mengkomunikasikan akan adanya bencana. Selain itu, tulisan ini juga dapat menjadi suatu awal dalam kajian prasasti dimana bentuk dan bahan media tulis prasasti tidak terlepas dari konteks apa yang akan dibahas pada prasasti tersebut. Teks dan bentuk wujud merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi untuk memberikan pemahaman tentang apa yang ingin disampaikan dari dibuatnya prasasti tersebut.
Publikasi Teratas
Jurnal Info
Jurnal Info
LoremIpsum
Tanggal Publikasi
16 August 2021