KABAR BENCANA DARI SURAT KABAR: MEMBACA ULANG SEJARAH BENCANA 20 MEI 1938
Ringkasan
Penelitian ini mengkaji bencana gempa bumi dan tsunami dahsyat yang melanda Teluk Tomini dan Teluk Palu pada 20 Mei 1938, yang kala itu menjadi sorotan utama surat kabar berbahasa Belanda di Hindia Belanda maupun di Belanda, termasuk pemberitaan tentang sumbangan Ratu Wilhelmina dan upaya penggalangan dana oleh lembaga amal. Menggunakan metode sejarah, studi ini menganalisis berita-berita surat kabar tersebut untuk merekonstruksi suasana pascabencana dan upaya penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda serta organisasi kemanusiaan, dengan tujuan memberikan pembelajaran berharga bagi masyarakat di wilayah rawan bencana Sulawesi Tengah, khususnya Teluk Palu dan Teluk Tomini.
Abstrak
Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Teluk Tomini dan Teluk Palu, 20 Mei 1938, merupakan salah satu bencana alam yang banyak menyita perhatian di nusantara saat itu. Sejak beberapa jam setelah bencana terjadi, surat-surat kabar berbahasa Belanda, baik yang terbit di Hindia Belanda maupun di Belanda, ramai-ramai memberitakan tentang dampak kerusakan akibat bencana ini. Selain memberitakan tentang dampak dari bencana tersebut, surat-surat kabar ini juga memberitakan tentang Ratu Belanda, Wilhemina, yang menyumbangkan uang senilai 1000 gulden, untuk penanganan pascabencana tersebut. Mereka juga memberitakan tentang aksi lembaga amal Smeroefond (Semeru Fund) dan Bala Keselamatan yang aktif mengumpulkan dana kemanusiaan untuk penanganan pascabencana itu. Penelitian ini akan mengkaji sejarah bencana gempa bumi yang terjadi di Teluk Tomini dan Teluk Palu, pada 20 Mei 1938, melalui berita-berita tentang bencana itu, yang diterbitkan oleh surat kabar berbahasa Belanda, baik yang terbit di Hindia Belanda maupun di Belanda. Penelitian ini dilakukan untuk mengulas secara tuntas sejarah bencana 20 Mei 1938, dalam kacamata suratkabar yang terbit di Hindia Belanda dan Belanda pada saat itu. Sumber-sumber berita surat kabar dari kejadian bencana itu, dianggap mampu menghadirkan gambaran tentang suasana beberapa saat setelah bencana dan bagaimana upaya penanganan yang dilakukan, baik oleh Pemerintah Hindia Belanda maupun organisasi keagamaan dan kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik (menemukan sumber), kritik sumber, interpretasi (pemaknaan) dan historiografi (penulisan sejarah). Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat yang hidup di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Teluk Palu yang dilintasi sesar Palu Koro dan Teluk Tomini yang dilintasi beberapa sesar, salah satunya Sesar Tokararu. Kata Kunci: Surat Kabar, Bencana Alam, Teluk Palu, Teluk Tomini, Berita
Publikasi Teratas
Jurnal Info
Jurnal Info
LoremIpsum
Tanggal Publikasi
10 August 2021