BELAJAR MENGHADAPI ALAM : PENANGGULANGAN BANJIR DI JAWA ERA KOLONIAL 1867-1942
Ringkasan
Makalah ini menganalisis penanggulangan berbagai jenis banjir di Jawa—meliputi banjir iklim (Sungai Brantas dengan air dan pasir, serta Sungai Bengawan Solo yang meluas dengan arus deras), banjir rob akibat curah hujan tinggi dan naiknya air laut, serta banjir vulkanis berupa lahar dingin dari Merapi—yang ditangani secara berbeda oleh pemerintah kolonial Belanda setelah pembentukan Departemen Pekerjaan Umum pada 1867. Dengan menggunakan teori Fernand Braudel, penelitian ini juga membahas dampak beragam banjir tersebut terhadap aktivitas perekonomian dan perubahan sosial masyarakat terdampak, membedakannya dari studi sebelumnya yang berfokus pada morfologi banjir di Jakarta.
Abstrak
Makalah ini membahas tentang penanggulangan banjir dan aktivitas masyarakatnya yang terdampak, khususnya banjir yang diakibatkan oleh iklim, volkanis , dan rob. Masing-masing banjir yang diakibatkan oleh ketiga faktor alam ini oleh pemerintah kolonial Belanda diatasi dengan cara yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan setelah dibentuknya Departemen Pekerjaan Umum Belanda (Departement van Openbare Werken) pada 1867, yang melakukan penelitian mengenai karakteristik banjir yang ada di Jawa. Untuk di Jawa Timur, penelitian sungai Brantas diketahui bahwa air bah dari sungai ini dipenuhi dengan air dan pasir. Sementara Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, memiliki karakter yang lain, yaitu meluas ke wilayah yang luas dengan aliran yang sangat deras. Sementara itu, di Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian utara selain oleh derasnya air sebagai akibat dari tingginya curah hujan, juga disebabkan oleh naiknya air laut (rob). Lain lagi dengan sungai yang hulunya di puncak gunung Merapi, banjir yang terjadi bukanlah banjir klimatologis, namun berupa banjir volkanis, yang berupa banjir lahar dingin yang berisi air, pasir dan batu-batu gunung yang sangat besar ukurannya. Berbagai jenis banjir ini membawa dampak yang berbeda-beda bagi aktivitas perekonomian penduduknya yang terdampak. Dengan menggunakan teori Fernand Braudel yang menganalisis tentang hubungan manusia dengan lingkungan fisiknya, makalah ini akan membahas penanggulangan banjir dan perubahan sosial bagi masyarakat terdampak. Berbeda dengan disertasi yang telah dibuat sebelumnya yang melihat morfologi banjir di kota Jakarta pada 1911-1985, makalah ini membahas tentang penanggulangan banjir di Jawa berdasarkan hasil penelitian Departemen Pekerjaan Umum saat itu dan aktivitas perekonomian masyarakat yang terdampak. Kata kunci: Banjir Brantas, Banjir Bengawan Solo, Banjir Rob, banjir vulkanis, perubahan sosial masyarakat terdampak banjir.
Publikasi Teratas
Jurnal Info
Jurnal Info
LoremIpsum
Tanggal Publikasi
27 August 2021